Dalam perkembangannya pada akhirnya blog telah membentuk trend baru bernama micro-blog, sebuah bentuk lain dari blog yang menjadi jawaban untuk para blogger jika ingin memposting pesan-pesan singkat (140 karakter) karena mungkin tidak sempat membuat tulisan panjang juga tidak ingin hiatus terlalu lama. Pada awalnya semua fasilitas micro-blog adalah sama dengan fasilitas blog, misalnya selain bisa posting text juga bisa posting, foto, video, audio, quote, link, dll. namun dalam perkembangannya fasilitas micro-blog punya spesifikasi yang berbeda dengan fasilitas blog secara umum (misalnya wordpress dan blogspot).

by Francesc Esteve
Fasilitas penyedia micro-blog berkembang semakin ramai, misalnya seperti twitter, plurk, jaiku, koprol, tumblelog/tumblr, dll bahkan hampir seluruh situs jejaring sosial/jaringan pertemanan kini menyediakan layanan ini lewat label “status update” misalnya seperti di facebook, friendster, friendfeed, linkedin, myspace, multiply, hi5, plaxo, flickr dll (pasti bingung jika menyebutkan satu-satu). Kemampuannya berintegrasi dengan berbagai social networking inilah yag menjadi pembeda jelas antara micro-blog dengan blog. Lalu apakah bisa microblog untuk personal branding? berikut beberapa tips/catatan yang mungkin bisa jadikan sedikit pertimbangan:
- buat postingan yang menunjukkan apa pekerjaan/aktifitas kita, hal ini menjadi salah satu bentuk pengenalan kita kepada publik. misalnya:
Telah report file ke 51, sebuah massive project XHTML/CSS dari total sekitar 69 page frontend dan 38 page backend, fiuh!
- ajak pembaca untuk terlibat dalam setiap proses pekerjaan kita. misalnya:
Lagi meet’n dg manajemen Bakpo Telo Lawang (Doddy Wirawan)
- kadang harus menyempatkan membalas beberapa komentar, supaya tidak dikira sombong
- berusaha rutin untuk membalas postingan microblog teman-teman seprofesi agar selalu terjalin kontak dalam jaringan pekerjaan yang sama
- sekali waktu memberikan perlakuan khusus untuk para pembaca loyal terhadap tulisan kita, misalnya dengan menulis di dindingnya (facebook)
- usahakan memiliki akun yang banyak di berbagai layanan micro-blog / social network, minimal pilih yang popular, karena setiap layanan memiliki komunitasnya sendiri.
- menghemat waktu dengan sekali posting langsung ke berbagai layanan micro-blog tanpa harus login satu-persatu misalnya bisa menggunakan ping.fm atau helloTXT
- jangan terlalu sering update status, karena kadang pembaca akan mengabaikan status yang terlalu sering berlalu, sehingga mereka tidak bisa membedakan mana postingan yang penting dan yang tidak (junk/spam)
- ikutilah apa tema yang ramai dibicarakan di internet sekarang, lalu tulislah, misalnya:
Detikinet: Pembuat grup ‘Say No To Mega’ di jejaring sosial Facebook bisa diancam penjara 1 tahun dan denda Rp 24 juta. Pembuat grup ini bisa dijerat pasal 270 Undang Undang (UU) Pemilu
- jika kita sedang mengikuti event (seminar, pertunjukan musik dll) tidak ada salahnya untuk berbagi dengan teman-teman dengan mempostingnya secara live di microblog (via HP atau semacamnya) misalnya:
seru juga ternyata, penonton #javajazz dari anak sd sampai nenek2 (ndorokakung)
- kadang kita akan menulis beberapa postingan dalam satu tema yang sama. Saat seperti inilah kita memerlukan blog konvensional untuk merangkai berbagai peristiwa di micro-blog menjadi sebuah artikel beberapa paragraf.
Beberapa tips/catatan di atas mungkin tidak secara langsung berhubungan dengan personal branding, namun beberapa poin yang perlu ditekankan adalah perbanyak postingan yang mengenalkan pada pembaca: apa pekerjaan kita, dimana spesialisasi kita, bagaimana proses pekerjaan kita, selain itu kita masih perlu memposting hal-hal di luar pekerjaan, misalnya yang sedang ramai dibicarakan, untuk memperbanyak rate pembaca. semoga bermanfaat!
yup, apa yg kita lakukan di jagat net berimpact pada kita secara on/offline..
from Richard Fang’s blog: Apakah website Kamu berhasil?
wew, thanks pencerahan hari ini,.
from aLe’s blog: Selamat Hari Kartini dan uLang Tahun eMak ku
kadang sebel juga liat seringnya apdet status pesbuk yg terintegrasi dng yg lain. malah cenderung jadi ngejunk. nice tips, mas :D
from edy’s blog: Biker Tanda Tak Mampu?
bagaimana dengan status palsu?
from DETEKSI’s blog: Cabe Rawit
bagus blognya. tulisannya juga mengena, seperti bagaimana saat saya nge-plurk.
OOT:
kalau mas zam lagi bikin web dan butuh ikon khusus kontak saya aja
from antown’s blog: Yang Berhayal Seluas Biru Langit
benar sahabat
gimana dengan status aspal alias palsu.
salam hangat dalam persahabatan
from kezedot’s blog: Pada pekatnya malam engkau masih disana menanti seorang yang kan datang menghampiri mu………!
kalo yg microblog buat fun, ya itu saya sepertinya ya *lol*
wah jadi penasaran nih pengen nyoba :D
from Taktiku’s blog: Berbagai Aplikasi Penyadap Telepon dan SMS Bag. 2
@DETEKSI & @kezedot, soal update status palsu, atau status menggunakan mesin / BOT, di jejarig sosial lama-lama pasti ketahuan, dan itu tergantung dipakai untuk positif atau negatif, selama dipakai untuk hal2 yang baik misalnya pemberitahuan “saat adzan dhuhur untuk daerah jakarta dan sekitarnya” (seperti punya aryo sanjaya) tentu tidak dipermasalahkan oleh teman-teman. namun jika hal tersebut dipakai untuk nge-junk ataupun spam, pasti mendapat tanggapan yg negatif dari teman-teman, dan lama-lama bakal ditinggalkan
Jadi ingin bikin buku ttg microblog..:D materinya udah banyak..
from Pitra’s blog: Membersihkan Noda Jok Mobil
wah, bagus juga idenya. Biasanya microblogging itu disosialisasikan melalui apa?
wah.. wah.. mau donk di review website ane Twitter Ala Indonesia