Beberapa postingan saya sebelumnya telah menyinggung soal “Branding“, tetapi saya belum pernah membahas definisi “Branding” itu sendiri. Kali ini saya mencoba menguraikan sedikit tentang “online personal branding” dengan berangkat dari Teori “Branding” menurut Sakti Makki, kutipan2 disini adalah hasil interview Concept Magz dengan Sakti Makki dari Makki Makki Branding Consultant.
Menurut Sakti Makki, Branding bukan desain, bukan aplikasi, bukan visi, bukan objek, tapi sebuah proses. Dalam definisi pakar branding ini, branding sangat dinamis. Kalau dalam Matematika 2+3+4 = 9 , di branding 2+3+4 bisa saja 576.
Ketika mendengar istilah “branding” seringkali yang muncul di benak kita bahwa yang disebut dengan branding itu adalah: desain, slogan, logo, merk, iklan, tagline, dll. Padahal esensi sebenarnya bukanlah itu, Semua itu hanyalah merupakan bagian dari objek, bentuk, cara dari proses branding. Jadi, branding adalah sebuah proses memperkenalkan “brand” sampai bagaimana lingkungan memberikan penilaian pada “brand” tersebut.

by Philippe Boukobza
Jika kita ganti istilah “brand” dengan istilah “personal”, maka dapat ditarik kesimpulan sementara bahwa definisi sederhana “Online Personal Branding” adalah: Sebuah proses memperkenalkan diri sendiri di media online (jejaring sosial, forum, blog, mikro blog, dll) sampai lingkungan masyarakat online memberikan persepsi/penilaian khusus mengenai diri kita.
“Brand and Branding merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Tidak bisa bicara Branding kalau tak ada Brand. Jadi pertanyaannya, branding ini dikategorikan sebagai kata benda atau sebagai kata kerja. Brand menurut kami kata benda, bahasa Inggrisnya It, sedangkan branding adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan brand yang sifatnya aktif. Proses Branding terdiri dari tiga hal : Behaviour, Expression dan Communication”
Jika proses branding terdiri dari tiga hal diatas, maka proses online personal branding kira-kira adalah seperti ini:
- Behaviour (attitude / tingkah laku / perilaku / kepribadian), segala sesuatu yang berhubungan dengan proses pembentukan dan pengenalan kepribadian kita di media online, misalnya bisa melalui postingan blog sendiri atau sekedar ikut memberi balasan, menyumbang pemikiran dari postingan blog orang lain.
- Expression (ungkapan / perasaan / ekspresi), segala sesuatu yang berhubungan dengan emosi kita, bagaimana perasaan kita atas masalah-masalah yang sedang kita hadapi atau bagaimana perasaan kita atas peristiwa yang terjadi di lingkungan kita. misalnya hal ini mudah kita temui di beberapa status update, dalam postingan-postingan singkat mikro blog terlihat berbagai macam ungkapan / perasaan blogger: mulai dari harapan, pujian, doa, sampai kegelisahan, amarah dan umpatan.
- Communication (komunikasi), jika telah terjadi respon, komentar, atau balasan dari dua hal yang telah kita lakukan diatas, contoh sederhananya seperti komentar dari postingan status update atau blog yang telah kita buat.
Dari tiga hal tersebut setidaknya publik akhirnya memiliki persepsi tentang identitas diri kita, siapa kita?, apa profesi kita?, apa saja hal-hal yang kita suka?, apa saja hal-hal yang kita bisa lakukan?, dan lain-lain
Karena itu, branding oleh Sakti, entah produk, entah servisnya, dimanusiakan. “Air kalau sudah jadi VIT, Ades, atau AQUA, jadi beda, dimanusiakan. Kalau sudah jadi manusia, pasti terdiri dari tiga unsur tadi. Mana mungkin manusia punya perilaku tapi tidak berekspresi. Tak mungkin berekspresi tapi tidak berbicara. Itu merupakan satu kesatuan proses yang inherent. Proses ini datang dari spiritnya, rohnya, jati dirinya – yang terdiri dari banyak komponen. Dia bukan jati diri yang pasif, diam, melainkan terus-menerus menghidupi dirinya sendiri. Sama seperti manusia. Kalau Roh-nya di ambil, ya mati.
Contoh soal minuman kemasan diatas cukup sederhana dan menarik, secara esensi VIT, Ades, dan AQUA adalah sama-sama air putih, tetapi branding lah yang membuat masyarakat memiliki persepsi masing-masing atas merk tersebut. Salah satu yang bisa membuat perbedaan tersebut adalah kekhususan masing-masing. Karena itu dalam online personal branding perlu kita pikirkan secara lebih khusus, apa keahlian kita?, adakah hal berbeda dan menarik yang bisa kita kenalkan? dll dan itu semua bersifat dinamis seiring waktu berjalan, sebuah proses yang perlu dilakukan terus-menerus
Jadi, branding berarti me’roh’kan sesuatu hingga jadi hidup. Branding berarti segala sesuatu yang dilakukan oleh brand dalam rangka mencari perhatian atau mendapatkan perhatian dari lingkungannya. Manusia kan tak bisa hidup sendirian. Kehidupan brand ditentukan oleh bagaimana lingkungannya membangun persepsi tentang brand yang dimaksud. AQUA kalau dibiarkan di pabrik – tidak dikasih liat, dia tidak eksis, karena tidak pernah mendapat pengakuan dari publik. Pengakuan di sini maksudnya bukan diterima atau tidak, tapi belum pernah terekspos kepada audience.
Perlu saya ulangi dan tekankan dari kutipan terakhir ini bahwa Branding berarti segala sesuatu yang dilakukan oleh brand dalam rangka mencari perhatian atau mendapatkan perhatian dari lingkungannya. Dan itu berarti Online Personal Branding adalah segala sesuatu yang kita lakukan dala rangka mencari perhatian dari lingkungan online.
Maka tidak heran jika para blogger rata-rata bangga menganggap dirinya narsis, tidak 100% salah tetapi alangkah lebih baik jika sifat narsis tersebut kita aplikasikan dalam hal narsis portfolio, narsis artikel, narsis karya tulis, narsis desain, bukan sekedar narsis foto :)
Semoga bermanfaat!
Beberapa postingan lainnya soal branding dan online personal branding:
- Membangun Personal Branding Online
- Bagaimana Mempromosikan Dirimu Lewat Social Networking Site
- Personal Branding diri dengan social media
- Personal Branding di semesta internet
- Berhadiah: Apa Bedanya Marketing, Public Relations, Advertising dan Branding?
- 10 Kiat Personal Branding Lewat Blogging
- Personal Branding Melalui Blog
- Seberapa Efektif Membangun Personal Brand Lewat Blog? (1)
- Seberapa Efektif Membangun Personal Brand Lewat Blog? (2)
- Formula Membangun Personal Brand Anda
- dan lain-lain silahkan googling :)
nice post zam! :D
intinya memang memanusiakan brand atau memanusiakan manusia (online)
from Richard Fang’s blog: Sampai kapan kita senang meng-update status di Facebook?
waah, berat banget postingnya, tapi tetep oke.
from Bani Biasa’s blog: Blog Siapa yang Paling Eksis?
saya juga blajar ini di kampus. sampai skrg memang masih banyak orang yang belum bisa membedakan antara branding dengan sekedar mendesain logo :)
from macangadungan’s blog: Nguping Kampus Gue
wah,,, pake mindmap
makasih dah ke blog saya :D
from hmcahyo’s blog: Tribute To Sassie Kirana
bookmark dolo ah,kayaknya ga bisa paham nih kalo cuman sekali dibaca
from AgusNaim’s blog: Do Follow Blogs = Spamming
setelah berhasil mendapatkan perhatian dari lingkungan, bagian selanjutnya dari branding adalah proses mempertahankan kualitas brand itu sendiri
.
begitu khan Pak? :)
.
brain mappingnya ga bisa di copas ya hehehe
padahal sy pengen *mode mupeng on*
.
makasih tuk posting yang keren ini
from lina’s blog: Sampaikan Walau Satu Ayat
Hmmm belajar banyak nih di situs ini
Mas itu teori Branding siapa yah mas..
Bukunya judul n karangan siapa
Thx yah b4…??
:-)
Brand is the soul, you have to know the reason why you exist in the world, where you are going and which path to choose in order to serve your purpose. Those who consistently do this and have a clear vision in their life can ultimately pursue and fulfill their aim.