Ngobrol bareng Ronald Widha (Temanmacet), Richard Fang (Jurus Grafis), dan Moch. Zamroni

Temanmacet adalah podcast (mingguan) tentang programming, metodologi dan industri informatika di Indonesia. Temanmacet dikelola oleh Ronald Widha seorang programmer asal Indonesia yang saat ini bekerja di perusahaan AS yang bermarkas di Dubai, Uni Emirat Arab.

Akhir 2009 ada ajakan dari temanmacet untuk ngobrol bareng mengenai web desain, pesan tersebut dikirim melalui twitter kepada @zamdesign @icreativelabs dan @madeforyou. Saya dan Richard menyanggupi, sedangkan Anggi Krisna (@icreativelabs) menawarkan saya saja (karena masih sama-sama mewakili iCreativeLabs).

ronald, richard, zam

Selanjutnya rencana ngobrol tersebut berlanjut melalui email, sebagai pengantar Ronald mengirimkan beberapa pertanyaan. Berikut pertanyaan sekaligus balasan dari saya melalui email:

Halo Richard dan Zam,

Halo Ronald Widha,

Teman macet ini podcast mingguan tentang programming dan informatika. Alasan kenapa aku nge-approach kalian berdua karena dapet request suruh ngebahas soal web design dari bbrp pendengar teman macet. Dan kalian adalah nama2 yang direkomendasi untuk jadi nara sumber di topik ini.

Terimakasih yah, hehe ternyata ada yang merekomendasikan nama saya :)

Eniwei..tentunya kalian sudha menyadari betawa integralnya posisi diri kalian di sebuah software, terutama web development. Aku ingin mengangkat ke permukaan sudut pandang UX designer dengan harapan developer bisa lebih menghargai perspektif kalian.

Kebetulan Richard spesialisasinya di desain mock up website, desain dari draft sampai contoh preview di PSD (Photoshop) atau PNG (Fireworks). Sedangkan saya spesialisasinya di slicing XHTML/CSS, dari mengkonversi file mock up (PSD/PNG) sampai crossbrowsing, untuk selanjutnya file diserahkan ke bagian programmer / developer. Dan CSS framework, seperti 960.gs selain dipakai di tahap XHTML/CSS (saya) juga dipakai di tahap mockup (Richard)

pembukaan: apa masalah yang kalian biasa hadapi sebagai ux designer dalam bikin web application? misalnya: constrain platform web, interaksi sama programmer, browser compatibility, atau apa?

sejauh ada komunikasi yang baik antaranggota tim saya kira tidak ada masalah soal interaksi dengan programmer /developer, kemudian soal membuat desain website yang crossbrowsing, crossplatform, memperhatikan usability dan aksesibility, semantik markup (standart w3c) saya pikir itu bukan masalah, tetapi sebuah tantangan yang memacu kita untuk terus belajar.

apa konsep grid system ini? apa tujuannya?

konsep grid system sebenarnya tidak hanya berlaku di website, konsep tersebut sudah di pakai dalam desain cetak, contohnya: surat kabar/koran, majalah, brosur, pamflet, dll. grid system merupakan konsep desain struktur layout yang mengatur tata letak text dan gambar secara vertikal (kolom-kolom) maupun secara horizontal. tujuannya: membuat tampilan layout menjadi rapi, teratur, imbang, (fleksibel jika diterapkan di berbagai pola layout) serta memberi kemudahan pandangan mata, sehingga pesan lebih mudah diterima oleh pembaca.

gimana bisa diaplikasikan ke web?

penerapan konsep grid system dalam website diatur melalui kode XHTML dan styling CSS. tetapi sebelum langkah tersebut, terlebih dulu harus dibuatkan draft mockup melalui software grafis (Photoshop atau Fireworks) untuk memudahkan dan mengefektifkan proses desain (pembuatan) website.

pernah denger 960.gs? golden grid? 1kb grid? simple grid system? apakah ini membantu proses design, apa membatasi?

pernah, sekarang sudah banyak. Beberapa contoh yang disebutkan tadi termasuk dalam CSS framework. CSS framework adalah paket kode CSS/XHTML sebagai acuan dasar membuat web, sehingga kita tidak perlu lagi menulis kode web dari NOL. rata-rata CSS framework memakai konsep grid system. Apakah ini membantu atau membatasi? jawabannya relatif karena tergantung masing-masing designer.

pernah pake http://960.gs/ ga? menurut kalian gimana?

pernah pakai 960.gs menurut saya pribadi ini CSS frame work yang paling bagus, karena selain menyediakan paket kode XHTML/CSS juga menyediakan file template PSD/PNG dll sebagai acuan Mockup. Cocok untuk kerja tim

Untuk mendengarkan hasil rekaman obrolan ini silahkan menyimak di website temanmacet edisi #28 (diposting 4 januari 2009). Mohon masukan dan koreksi jika ada yang salah atau kurang :) semoga bermanfaat.

About zaM

seorang Front-end Web Developer asli kota Malang. Follow @pakzam
This entry was posted in design, review, sharing and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

22 Responses to Ngobrol bareng Ronald Widha (Temanmacet), Richard Fang (Jurus Grafis), dan Moch. Zamroni

  1. Fikri Rasyid says:

    Saya baru saja mendengarkan podcast ini tadi malam. Nice interview! Hanya kalau untuk mereka yang sehari-hari berkutat dengan webdesign dan pernak perniknya, rasanya kurang dalam y? :)

    Anyway, diinterviewnya menggunakan apa Mas Zam? Skype kah?

  2. Jauhari says:

    Mantap Abis…. mau dengerin Podcastnya FAKIR BENWIT DETECTED :D

  3. antown says:

    richard fang rajin mengapdet blognya

  4. Pingback: Teman Macet » Blog Archive » #28 Bekerja dengan Grid dan Css Framework

  5. Graha says:

    Wahh keren”
    Bahas lebih dalam lagi dund om ronald
    mungkin bisa ke cara kerjasama antara proses mock up ama slicingnya

  6. jadi ngerti banya seluk beluk industri web desain. betul nih kata mas Fikri

  7. gecko says:

    sedott dulu buat nanti malem

  8. Baru tau nih ada podcast soal programming dan dunia IT dengan bahasa Indonesia. Sukses buat semua. Ikutan langganan ah.

  9. pembicaraan yang asyik tentang webdesign yah… banyak berarti para webdesign yang sudah merambah internasional,,,

  10. Anton Hilman says:

    wah kerjaan dibagi2 ya.
    draft
    design
    slice
    crossbrowser
    programming

    sip sip teamwork

    • zaM says:

      iyah bener bro, biar masing-masing bisa fokus. designer PSD (draft/mockup+design), designer XHTML/CSS (slice+crossbrowser), programmer (PHP, CMS, AJAX, etc), sebenarnya ada lagi yaitu content writer

  11. kalo rame2 ngomongin desain
    di sini tempatnya yaaa???

  12. enak banget tuh mas zam klo perusahaan udah misahin PSD designer, designer XHTML, sama programmer.
    dulu waktu kerja di web developer saya malah ngerjain designer XHTML sekaligus programmer dan harus muter otak untuk konverting design dari anak designer baru yang basicnya visual designer,

    tapi ternyata mas zam juga menghadapi masalah yang sama ya

  13. aLe says:

    Nama Richard Fang mengingatkan aLe dg Richard Tan,
    Motivator dan orang Sukses dr Singapore ^^
    Btw,
    Makin keren aja neh pak zaM,
    aLe jd makin tahu soal design,
    Dan makin merasa jauh tertinggal,
    Tp semangat belajar ga boleh ketinggalan ;)

  14. hmcahyo says:

    wah keren … :)

  15. choen says:

    asik banget obrolan di podcastnya.

    yup setuju memang idealnya membangun sebuah web yang keren memang mesti dikelola tidak sendiri, ada pembagian antara yang desain (tukang gambar), koding (html/css) sama programing biar tampilannya bisa lebih dinamis (soalnya sulit mencari orang yang benar ahli disemua bidang tersebut).

    kalau masalah grid system, memang sangat membantu baik secara desain dan koding agar pembagian kolom lebih rapih dan seimbang. Seperti 960.gs sangat membantu dalam hal koding, jadi kita tinggal perintah aja tiap elemennya mau pake berapa kolom.

    namun, seperti kata richard, kadang desain dengan grid sering membatasi ruang, apalagi ingin membangun sebuah web yang tidak lagi kaku berdasarkan pembagian header, footer dan sidebar.

    dan gw juga setuju, mungkin penggunaan framework grid berdasarkan koding, memang mempermudah, terutama bagi pemula, yang belum fasih menata kode sendiri. tapi untuk yang sudah fasih bermain koding, tidak perlu lagi menggunakan framework seperti 960.gs, soalnya 960.gs terlalu besar ukuran sizenya kalau digunakan semua, termasuk file reset cssnya. pengkoding dapat mengembangkan tekniknya sendiri yang lebih sederhana (lebih ringkas).

    sip makasih, gw seneng banget denger hasil obrolannya, jadi banyak dapet pengetahuan baru.

  16. Pingback: 10 Artikel / Tutorial CSS Framework dalam Bahasa Indonesia | ToekangwebToekangweb

  17. Ngobrolnya seru, banyak tambahan info dari sini. Jadi makin bersemangat untuk mendalami ilmu-ilmu pemrograman web setelah tahu bahwa orang-orang lokal juga banyak yang nulis-nulis artikel semacam ini.

    Keep posting mas..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>