Selamat tinggal facebook! adalah tweet saya hari Jumat tanggal 20 Mei 2010, yah akhirnya saya mantap memutuskan ini, untuk sementara saya menutup akun facebook entah sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Sebenarnya sudah sejak lama saya berpikir, bagaimana mengatur privasi di facebook, mungkin dengan menghapus ratusan foto keluarga, karena kabarnya apa saja foto dan data di facebook adalah hak milik facebook. Saya juga pernah berpikir bagaimana mengatur semua ribuan teman ini karena tidak semuanya saya kenal, tetapi mereka bisa dengan jelas membaca profil lengkap saya dan keluarga.

tweet saya tanggal 20 Mei 2010
Kadang merasa dilema, kalau menolak permintaan teman, menghapus postingan-postingan tidak jelas di dinding dari teman-teman, menghapus tanda (tag) dari foto / gambar / iklan / brosur / poster / event / dll yang tidak jelas dan tidak ada hubungannya dengan saya, nanti dikira sombong, tetapi itu harus saya lakukan. menghapus semua pemberitahuan terkini satu-persatu setiap kali melakukan aktivitas facebook (balas komentar, suka, pertemanan, dll) dulu pemberitahuan ini bisa diatur tidak muncul tetapi saat facebook ganti layout hal itu harus dilakukan manual. Belum lagi soal grup-grup tidak jelas, 1000 dukungan, 1000 kecaman, dll yang seringkali menimbulkan “perang” dingin, yah tanpa disadari facebook telah menjadi medan pertempuran baru, yang seharusnya kita tidak perlu terlibat didalamnya.
Kebetulan pada 20 Mei 2010 ada event rasis yang berinisial “EDMD”. saya tidak ingin membahas event tersebut karena saya sadar hal seperti itu sudah sering terjadi di internet, di forum, blog, milis dll, yang saya masalahkan kenapa pihak facebook tidak bertindak menghapus / menutup event yang rasis itu, berbeda dengan blogspot dan wordpress yang melakukan tindakan cepat menghapus postingan seperti itu di layanan mereka. Halaman pada event di facebook tersebut akhirnya menjadi perang postingan rasis dari pihak yang bertentangan. Kuatirnya kalau dibiarkan akan muncul isu-isu baru dengan efek yang lebih besar, perang lebih besar. hal ini menjadi titik klimaks alasan mengapa saya memilih menutup akun facebook.
Sangat kebetulan ternyata saya tidak sendiri, akhir-akhir ini banyak penghapusan akun facebook secara besar-besaran, silahkan baca artikel yang berhubungan dengan “mengapa kita harus menghapus facebook” berikut ini:
- Selamat Tinggal Facebook
- Selamat Tinggal Facebook
- Facebook vs Dunia
- FACEBOOK TERANCAM BANGKRUT
- 10 Alasan Untuk Menghapus Facebook anda
- 12 Alasan Keluar dari Facebook (Hasil Penelitian)
- Beberapa Alasan Menghapus Account Facebook
- Alasan Yang Bagus Untuk Menghapus Account Facebook Anda
- Delete facebook account
Mohon maaf saya belum pamitan kepada teman-teman di facebook, melalui blog inilah saya berpamitan, sampai jumpa di twitter!
update: sejak november 2010, saya kembali mengaktifkan facebook untuk keperluan membuat facebook page WPCharity
Saya masih belum bisa… -_-
Ratusan teman saya dari penjuru Indonesia ketemunya cuma bisa lewat FB *secara mereka gak punya twitter ato plurk ato yang lainnya*
salam kenal pak Zam… terima kasih dah kasih link ke blog saya… memang bagi beberapa orang berat karena pertimbangan pertemanan dan satu alumni, padahal kegunaan dg adanya fb jg tdk terlalu signifikan (cuma utk basa-basi) sedang utk urusan penting, seperti silaturrahmi atau bisnis atau hal lain kurang nyata. Tapi okelah kalo beg.. beg.. gitu! yang jd pertanyaan, pernahkah mereka jg memikirkan dampak negatifnya? oalah… saya gak akan bilang, silakan renungkan sendiri… kalo udah, silakan lanjutkan atau tutup account facebook anda…
selamat jalan kawan, nanti kalo sudah ada pembaharu facebook mungkin akan join lagi kan? ;)
settingan privacy memang masih menjadi kendala socsite ini, namun saya masih belum memutuskan untuk meninggalkannya, yaah karena dengan FB saya bisa menemukan teman2 masa kecil saya, teman SD,SMP, SMA.
Selamat Jalan Pak Zam
Menurutku ga perlu dihapus mas, toh manfaatnya juga banyak terutama sbg alternatif marketing/promo dari portfolio kita dan bisa dibuat branding diri sendiri hehehe…
kalo aku setiap ada yang add, aku liat dulu orangnya… kalo tidak berniat spamming dan memang pengin berteman, aku approve… tapi setelah diapprove dan dia malah ngetag photo yang berbau jualan dll, ato invite aplikasi yang ga jelas gitu… ya terpaksa aku remove dan di-block hehehe…
kalo utk privasi, semua album foto mending di private… terus jangan sharing data pribadi secara berlebihan di FB… dan satu lagi, wall hanya kita yang boleh nulis, orang lain hanya boleh komen aja xD
saya selamat tinggalnya jarang membukanya pak..:D tapi memang sudah berjibaku privacy sana sini..tapi kalo lolos lagi ya belum tau…:( semoga saja tidak….
sampe sekarang ya masih jarang banget membukanya.. :D hehe…
tapi sampai sekrang yang sering saya buka Faceplurk pak…:p
Facebook Apps for ANDROID SUCK! (saat ini) jadi males update update :D
Waah.. sampe ditutup gitu account Facebook-nya…sayang banget tuh pak Zam.
Saya juga gak seberapa suka kalo ada yang tagging saya untuk sesuatu yang berbau komersil atau untuk urusan yang gak jelas. Kalau merasa gak nyaman, saya respon baik baik, lalu tag itu saya remove. As simple as that ;)
Wall post saya block supaya cuma saya yang bisa nulis di sana. Saya ndak kuatir kehilangan teman atau merasa sungkan, karena Facebook account yang saya punya memang bukan milik umum :D